Francois Rabelais
“aku pergi untuk mencari Kemungkinan Besar “.
Karena membaca buku looking for Alaska nya John Green – aku ingin mencari Kemungkinan Besar ku – mungkin aku
sebenarnya berada di Labirin , aku juga harus memecahkan sendiri , aku harus
keluar dari labirin atau mungkin dengan membawa Kemungkinan besar juga ?
entahlah.
Tanya : aku mengetik apa?Tanya : mengetik Cerita harus ada Ide. Memangnya aku lg ada ide??Pernyataan : bukan apa2Pernyataan : memang benar,bahkan aku menciptakan pertanyaan utk sy jawab sendiri, but it’s ok . itulah hidup , kau buat masalah dgn beribu pertanyaan yg harus kau selesaikan . intinya, aku mengetik cerita bkn krn lg ada ide, atau apalah . sederhana, aku hanya lg ingin.
aku tau ada saat awal kau baru saja bertemu org asing
untuk tempat yg sebenarnya tdk begitu
asing—kalimat yg agak rumit—senior dan sy junior mereka. Tersisa sekitar 2-3
semester untuk saling say hi , menyapa saat sedang ingin kemana-mana meski terkadang tdk terlalu
penting, tapi itu sopan menurutku.
Lupa
adl sifat alami manusia, lupa yg aneh—lupa kuliah,lupa makan,lupa tidur ?
–ternyata lupa bisa menjadi alasan terbaikku untuk mengenang yang pergi,mungkin
karena lebih baik dilupakan saja, atau mungkin tidak. Aku tak pernah menunggu
mereka untuk berkemas dgn sangat rapi, menyusun kembali buku dan kertas kusut
dari semester awal mereka . karena aku Lupa mereka jg harus mengejar
Kemungkinan Besar. Munafik aku tdk bersedih
Hukum
alam. Pertemuan pasti ada perpisahan. Perpisahan pasti bertemu kisah baru. Aku
mengerti alam bersikap adil dgn manusia, tapi imbangkah perpisahan dgn
tangisan? Jujur saja, aku orgnya melankolis, dan berharap perpisahan dgn tawa
adalah tabu.