Minggu, 11 Januari 2015

Kemungkinan Besar

Francois Rabelais
 “aku pergi untuk mencari Kemungkinan Besar “.

Karena membaca buku looking for Alaska  nya John Green – aku ingin mencari Kemungkinan Besar ku – mungkin aku sebenarnya berada di Labirin , aku juga harus memecahkan sendiri , aku harus keluar dari labirin atau mungkin dengan membawa Kemungkinan besar juga ? entahlah.
Tanya : aku mengetik apa?Tanya : mengetik Cerita harus ada Ide. Memangnya aku lg ada ide??Pernyataan : bukan apa2Pernyataan : memang benar,bahkan aku menciptakan pertanyaan utk sy jawab sendiri, but it’s ok . itulah hidup , kau buat masalah dgn beribu pertanyaan yg harus kau selesaikan . intinya, aku mengetik cerita bkn krn lg ada ide, atau apalah . sederhana, aku hanya lg ingin.

aku tau ada saat awal kau baru saja bertemu org asing untuk tempat yg  sebenarnya  tdk begitu asing—kalimat yg agak rumit—senior dan sy junior mereka. Tersisa sekitar 2-3 semester untuk saling say hi , menyapa saat sedang ingin kemana-mana meski terkadang tdk terlalu penting, tapi itu sopan menurutku.
Lupa adl sifat alami manusia, lupa yg aneh—lupa kuliah,lupa makan,lupa tidur ? –ternyata lupa bisa menjadi alasan terbaikku untuk mengenang yang pergi,mungkin karena lebih baik dilupakan saja, atau mungkin tidak. Aku tak pernah menunggu mereka untuk berkemas dgn sangat rapi, menyusun kembali buku dan kertas kusut dari semester awal mereka . karena aku Lupa mereka jg harus mengejar Kemungkinan Besar. Munafik aku tdk bersedih
Hukum alam. Pertemuan pasti ada perpisahan. Perpisahan pasti bertemu kisah baru. Aku mengerti alam bersikap adil dgn manusia, tapi imbangkah perpisahan dgn tangisan? Jujur saja, aku orgnya melankolis, dan berharap perpisahan dgn tawa adalah tabu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar